14 - 12 - 2017

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

00419994
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
33
140
532
417765
2510
4220
419994
Your IP: 66.249.71.88
Server Time: 2017-12-14 05:04:28

Main Menu
Info
Karmel Stroke Centre

KARMEL STROKE CENTRE - IF YOU CARE JUST SHARE

Follow Us

Powered by CoalaWeb
Terbaru
Articles

Makhluk hidup mempunyai system penghantaran rangsang yg disebut dgn system saraf, apakah system saraf itu?? Sistem saraf tertumpuk oleh berjuta-juta sel saraf yg memiliki wujud bervariasi. Sistern ini menyelimuti system saraf umbilikus dan system saraf pinggir. dekat kegiatannya, saraf memiliki jalinan kerja seperti silau rantai beruntun( jarak reseptor dan efektor. Reseptor yaitu tunggal atau sekelompok sel saraf dan sel yang lain yg berfungsi mengenali rangsangan tertentu yg permulaan semenjak luar atau awal dekat badan. Efektor ialah sel atau potongan yg membuahkan penjelasan pada rangsangan. misalnya otot dan kelenjar.

SEL SARAF

Sistem saraf terdiri berasal jutaan sel saraf (neuron). manfaat sel saraf ialah menyampaikan warisan (impuls) yg berwujud rangsang atau tanggapan.

Struktur Sel Saraf

Setiap neuron terdiri mulai sejak wahid badan sel yg di dalamnya terpendam sitoplasma dan inti sel. mulai sejak badan sel ke luar dua ragam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson (neurit). Dendrit berfungsi menyampaikan impuls ke badan sel saraf, sebaliknya akson berfungsi membingkis impuls awal badan sel ke jaringan lain. Akson kebanyakan amat sangat panjang. meskipun, dendrit sekelebat.

tiap-tiap neuron cuma memiliki wahid akson dan minimal wahid dendrit. ke-2 serabut saraf ini bermutu plasma sel. bagi bidang luar akson tersedia warga lemak dinamakan mielin yg yaitu campuran sel Schwann yg menempel terhadap akson. Sel Schwann yakni sel glia yg mencetak selubung lemak di semua serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebutneurilemma. guna mielin yaitu mengayomi akson dan berikan gizi. sektor alamat akson yg tak terbungkus mielin dinamakan nodus Ranvier, yg berfungsi mempersingkat penghantaran impuls.

mengikuti susunan dan fungsinya, sel saraf bisa dibagi jadi 3 grup, ialah sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet (asosiasi).
 
1. Sel saraf sensori
 
Fungsi sel saraf sensori ialah menghantar impuls mulai sejak reseptor ke system saraf udel, merupakan otak (ensefalon) dan sumsum buntut (medula spinalis). puncak akson bersumber saraf sensori bersambung bersama saraf koalisi (intermediet).
 
2. Sel saraf motor
 
Fungsi sel saraf motor yakni menyuruh impuls alamat system saraf udel ke otot atau kelenjar yg akhirnya berbentuk penelitian badan bagi rangsangan. Badan sel saraf motor beruang di system saraf pusar. Dendritnya amat sekilas bersambung dgn akson saraf koalisi, tetapi aksonnya mampu teramat panjang.
 
3. Sel saraf intermediet
 
Sel saraf intermediet dinamakan tengah sel saraf aliansi. Sel ini bisa ditemukan di pada system saraf pusar dan berfungsi merangkai sel saraf motor dgn sel saraf sensori atau bersambung dgn sel saraf yang lain yg ada di dekat system saraf umbilikus. Sel saraf intermediet mewarisi impuls bermula reseptor sensori atau sel saraf kesatuan lainnya.
 
Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit membaur dekat wahid selubung dan menempa urat saraf. malahan badan sel saraf berkumpul menempa ganglion atau simpul saraf.
 
KENDALA TERHADAP SYSTEM SARAF
 
  1. Stroke ( istilah lain Cerebrovascular accident ( CVA ) atau Cerebral apoplexy ),       merupakan kecacatan otak upah tersumbatnya atau pecahnya pembuluh talenta otak.
  2. Poliomielitis , perkara yg disebabkan oleh bengkak virus yg sosor neuron-neuron motoris system saraf ( otak dan medula spinalis ).
  3. Epilepsi, urusan lantaran dilepaskannya letusan-letusan setrum ( impuls ) guna neuron-neuron otak.
  4. Parkinson, persoalan yg disebabkan oleh berkurangnya neurotranslator dopamin kepada basic gangglion bersama pertanda tangan gemetaran tatkala istirahat ( sebaliknya gemetaran itu lenyap selama tidur ), susah mencari akal, kekakuan otot, otot wajah canggung memunculkan balasan seakan-akan bertopeng, silau susah berkedip dan siasat ceker jadi mungil dan kaku.
  5. Transeksi , kecelaan atau semua potongan tertentu alamat medula spialis. contohnya sebab roboh ambruk, tertebak yg disertai dgn hancurnya tulang belakang.
  6. Neurasthonia, ( rusak saraf ) , persoalan ini ada dikarenakan watak lahir, terlampaui rumit penderitanya, rohani terlampaui rusak atau sebab hal keracunan.
  7. Neuritis, timbil saraf yg berlangsung sebab pengaruh fisis seperti patah tulang, tindihan tamparan, dan mampu berulang lantaran racun atau difisiensi zat makanan B1, B6, B12.
  8. Amnesia, adalah ketidakmampuan satu orang buat mengingat atau mengenali kasus yg berlangsung dekat sebuah musim di musim lampau. rata-rata kelainan ini imbalan renyut batin atau cidera otak.
  9. Cutter, kelainan di mana penderitanya senantiasa mencabik beliau tunggal kepada ketika depresi, tekanan, atau sangsi.

Ads
Info 1
Info by Karmel Stroke Centre
Weblinks
Articles Related Items