|
     Dari penelitian dan pengembangan di bidang Stroke yang terus menerus dr. Hermawan lakukan sejak tahun 1997 ketika ia mengikuti pelatihan di Stroke Center Tan Tock Seng Hospital, Singapore dan tahun 1999 ketika dr. Hermawan selesai mengikuti pelatihan di bidang Stroke Service dan Neurosonology di Herman Hospital, University of Texas, Houston, USA, dr. Hermawan mengusung sebuah konsep tentang sekolah Revalidasi bagi penderita Stroke yang disebut sebagai Karmel Stroke School. Konsep sekolah merupakan program Re-edukasi dari para penderita Stroke beserta keluarga dan pengasuhnya (Caregiver); mereka dilatih dan dididik baik di klinik/sekolah maupun di rumah (PR=Pekerjaan Rumah) meliputi pelatihan individu seperti fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, terapi musik (karaoke, harmonica, angklung, paduan suara), terapi memori-kognitif dan pelatihan kelompok (Group therapy bersama para penderita dan keluarganya) serta keterlibatan dalam kegiatan klub Stroke (Senam Stroke bersama, paduan suara dan grup harmonica, melukis, berenang dan piknik bersama). Visi dan misi sekolah ini tentu saja adalah sebagai wahana untuk mereka para penderita Stroke agar kembali menjadi manusia mandiri, berkualitas, dan mudah-mudahan dapat kembali produktif dan melanjutkan aktifitas sebagaimana biasanya sebelum terkena serangan Stroke.
     Bagi mereka yang sulit untuk dilatih di rumah, juga tersedia asrama (Nursing Home) yang menyiapkan para penderita stroke untuk dapat mandiri sebelum pulang ke rumah. Mereka akan menjalani layanan pengobatan dan pelatihan secara intensif di bawah pengawasan tenaga professional yang bekerja secara teamwork. Di pilih kata "Karmel", karena sekolah ini berlokasi di Jalan Karmel V/9 kemanggisan-kebon jeruk, Jakarta Barat dan "Karmel" juga menjadi motto dari para pendidik/terapis di sekolah ini yang artinya "Karya Melayani".
     Sekolah Revalidasi Stroke ini didirikan pada 8 April 2001 bersama dengan pendirian Karmel Stroke and Revitalization Center di atas tanah berukuran 3.500 m2. Adapun yang menjadi latar belakang pendirian sekolah dan klinik ini adalah keprihatinan Dr. Hermawan bersama rekan seprofesi terhadap para penderita Stroke; Banyak diantara mereka telah kehilangan kepercayaan diri karena sudah tidak bisa lagi mandiri, selalu mengandalkan bantuan orang lain bahkan untuk melakukan hal-hal yang sifatnya pribadi seperti mandi dan makan, sudah tidak bisa lagi dilakukannya sendiri. Ditambah pula dengan nasib para penderita Stroke sepulangnya dari rumah sakit tidak mendapat pelayanan adekuat; keluarga sering tidak tahu bagaimana merawat penderita stroke. Banyak dari mereka yang malas berlatih di rumah dan kurangnya kesadaran dari penderita dan keluarganya akan perlunya latihan revalidasi yang berkesinambungan.
     Akibatnya pemulihan dari kecacatan pasca Stroke tidak mencapai optimal, bahkan tidak jarang timbul komplikasi atau penyulit seperti radang paru-paru, luka dekubitus atau mungkin kembali dirawat karena terjadi serangan stroke berulang. Inilah yang menjadi alasan mengapa didirikan sekolah Stroke ini. Para Insan Pasca Stroke yang tergabung dalam Klub Stroke Karmel yayasan Stroke Indonesia ini mempunyai motto "Berjuang bersama-sama untuk mencapai hidup mandiri dan berkualitas. Mereka tidak minta dikasihani, namun mereka minta dihargai". Beberapa karya senam yang diciptakan oleh Dr. Hermawan seperti Senam Bambu bagi penderita Stroke (Stroke Bamboo Gym) yang sangat bermanfaat untuk melatih keseimbangan, latihan berjalan dan fleksibilitas saat ini telah diadopsi oleh kolega-koleganya di Australia dan Swedia.
Â
|