Home Artikel Artikel SEKS Paska Stroke, Bisa ?
  • Foto1
    Foto waktu Ulang Tahun Klub Stroke, para insan pasca stroke memainkan angklung

    Karmel Stroke Center
  • Foto2
    Foto waktu Ulang Tahun Klub Stroke, para insan pasca stroke memainkan angklung
  • foto3
  • foto4
  • foto5
  • foto6
  • foto7
  • foto8
  • foto9
  • foto10
  • foto11
  • foto12
  • foto13
  • foto14
  • foto15
  • foto16
    Karmel Klub Stroke dalam rangka menyambut hari Stroke Sedunia bermain Angklung
  • foto17
    Karmel Klub Stroke dalam rangka menyambut hari Stroke Sedunia bermain Angklung
  • foto18
    Karmel Klub Stroke dalam rangka menyambut hari Stroke Sedunia bermain Angklung
  • foto19
    Karmel Klub Stroke dalam rangka menyambut hari Stroke Sedunia bermain Angklung
  • foto20
    Karmel Klub Stroke dalam rangka menyambut hari Stroke Sedunia bermain Angklung
  • foto21
    Karmel Klub Stroke dalam rangka menyambut hari Stroke Sedunia bermain Angklung
  • foto22
    Karmel Klub Stroke dalam rangka menyambut hari Stroke Sedunia bermain Angklung
  • foto23
    Karmel Klub Stroke dalam rangka menyambut hari Stroke Sedunia bermain Angklung
  • foto24
    Karmel Klub Stroke dalam rangka menyambut hari Stroke Sedunia bermain Angklung
  • foto25
    Karmel Klub Stroke dalam rangka menyambut hari Stroke Sedunia bermain Angklung
View Karmel Stroke Centre in a larger map
Ads on: Special HTML
 
SEKS Paska Stroke, Bisa ? PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Artikel - Artikel
Friday, 11 December 2009 11:16

Seks paska stroke ? Apakah mungkin ? Kebanyakan orang akan menurun keinginan seksualnya setelah terkena serangan Stroke. Tetapi, sekitar 2 bulan kemudian, gairah akan kemampuan seks penderita Stroke biasanya akan pulih kembali.

Seks bagi mereka yang menderita Stroke terkadang dianggap tidaklah terlalu penting. Padahal seks bisa membuat mereka percaya diri, bahkan dapat membantu penyembuhan. Penderita Stroke terkadang memang tidak berani terbuka dan memiliki pandangan keliru mengenai seks pasca Stroke.

"Stroke memang mengakibatkan kecacatan fisik, gangguan ingatan dan kesulitan dalam tidur. Tetapi bukan berarti orang-orang penderita Stroke dijauhi dari seks dan tidak bisa melakukan seks lagi," kata Dr. Hermawan Sp.S. dalam seminarnya yang bertema, "Hidup kembali bergairah setelah Stroke".

Kegagalan dan ketidakpuasan dalam melakukan seks seringkali terjadi, tetapi biasanya gairah seks mulai dari rasa kemampuan ereksi-keinginan sudah kembali lagi setelah 2 bulan kemudian. Sekitar 1 hari 6 pasien Stroke dikatakan sering menjalani seks paska Stroke.

Ditinggalkannya seks paska stroke disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah faktor psikologis-fisik. Stroke biasanya dianggap sebagai penyakit yang bisa membuat orang mati secara perlahan, dan yang terkena stroke dianggap sudah tidak perlu kehidupan seks lagi. Kelirunya, seks dibilang bisa menyebabkan serangan stroke berikutnya.

"Itu kurang benar, asal selalu memperhatikan kondisi, seks aman-aman saja. Bahkan seks bisa membantu penyembuhan, kan ada namanya Seks Terapi. Seks pun dapat mengurangi depresi dan rasa cemas akan masa mendatang," tandas pembina Klub Stroke Karmel ini.

Kemudian, orang yang terkena strokejuga sering merasa tidak sehat kurang percaya diri, merasa jelek, susah bergerak sehingga mengalami kesulitan jika ingin "berduaan". Selebihnya, ada pula yang merasa sudah tidak dicintai lagi oleh pasangannya, sering ngambek karena cemas ditolak dan depresi sehingga sering marah.

"Bahkan ada juga yang lupa bagaimana caranya ngeseks karena lama tidak melakukan, atau kehilangan minat karena merasa jelek dan bau. Bagi penderita wanita, malahan seks merasa menyulitkan karena alat vitalnya kering sehingga dibutuhkan pelumas," tambah Dr. Hermawan.

 

Cara Mengatasinya

Bagi penderita stroke, seks sebenarnya tidak perlu dijauhi. Mereka bisa mengkomunikasikannya dengan pasangan. Jangan merasa pasangan kita serba tahu, pasangan belum tentu tahu segalanya meskipun sudah puluhan tahun menikah. "Kalau malu, mereka bisa menuliskan keinginan mereka di secarik kertas, atau juga membuat jadwal tersendiri." ungkap Dr. Hermawan.

Kiat memperbaiki seks pada stroke :

1. Komunikasi dan bicarakan dengan jujur.

2. Lakukan dengan relaks dan jangan dalam keadaan lelah. Manfaatkan waktu dengan cinta dan kasih sayang.

3. Rasakan sentuhan dan cumbuan pasangan.

4. Rapihkan diri, mandi dan berpakaian yang bersih.

5. Bisa juga melakukan message / pijat, berendam air hangat, mendengarkan musik untuk membuat suasana santai.

6. Pasangan harus saling membantu.

7. Karena penderita stroke terbilang cacat, cobalah posisi lain seperti Cow Girls atau Side by Side untuk laki-laki dan Missionaris Position atau Side by Side untuk wanita. Pastikan posisinya nyaman dan jangan melakukan dengan terburu-buru.

8. Menjaga kesehatan diri.

9. Berhenti merokok dan minum serta menjaga berat badan.

10. Seks lebih baik dilakukan pada pagi hari.

Bila penderita stroke sudah tidak memiliki masalah lagi dengan seks, mereka bisa "hidup" kembali dengan mandiri, berkualitas dan sukses. Hidup berkualitas seperti ABG (Atas Bawah Good); "Atas" adalah otaknya yang masih bisa berfikir dan bekerja serta, "Bawah"-nya yang masih bisa melakukan seks.

 

Jurnal Kesehatan


blog comments powered by Disqus
Last Updated on Monday, 04 January 2010 15:57
 
Telp. 021-5323738
©Copyright 2009-2012 Karmel | Powered By Karmel Stroke Centre
 

Banner Slider

Direktori Bisnis Indonesia

Login Form



Captcha code Type characters you see. OR Type numbers you hear. (Click on image to refresh)
Type characters you see.
 * 
About captcha Project ::  Kupala.Net

Dukung kami dengan Klik tanda +1

Who's Online

We have 7 guests online
May 2012
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
Our Sponsor
Banner

Sponsored Links

Featured Links:
Direktori Bisnis Indonesia
Pageboss