Anda pasti pernah kesal karena tidak bisa mengingat nama seorang kenalan, padahal sering bertemu dengannya, Atau jengkel karena kerap lupa menaruh kunci dan kacamata. Mengapa usia muda masih di kisaran 30 kok sudah mudah lupa ?
Menurut dr. Hermawan Suryadi, Sp.S. dari Karmel Stroke Centre, kepikunan yang dialami oleh mereka yang berusia muda, penyebabnya antara lain cedera kepala, infeksi otak, epilepsi, pecandu alkohol, dan defisiensi vitamin B12, serta mereka yang tidur mendengkur, serta keracunan. "Keracunan bisa disebabkan oleh penggunaan aluminium, terutama aluminium foil. Hati-hati saja karena bisa menyebabkan cepat pikun,"sarannya.
Faktor penyebab lainnya mengapa banyak orang sering kali dihingkapi penyakit lupa adalah faktor kurangnya konsentrasi. Kurangnya konsentrasi ini bisa disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan pola makan. "Mereka yang kurang tidur, jam tidurna tidak beraturan sehingga sistem biological clocknya menjadi terganggu, biasanya mudah terkena penyakit lupa," katanya. Begitu juga dengan makanan cepat saji, yang bisa mengakibatkan pembuluh darah kaku dan menebal sehingga aliran darah ke otak berkurang.
Latihan Otak
Jika mesin akan cepat aus bila sering digunakan, organ tubuh manusia justru semakin terlatih dengan banyaknya aktivitas. Begitu juga dengan otak. Jika tidak sering-sering digunakan kemungkinan terjadi atrofi (pengerutan) juga semakin besar. Biar tidak cepat pikun, Anda perlu melatih otak. "Untuk tidak mudah lupa, ingatlah LUPA, yaitu Latihan, Ulangi, Perhatikan, dan Assosiasi, " sarannya.
Untuk memudahkan mengingat, kombinasikan keempatnya. Misalnya saat berkenalan dengan seseorang, beri perhatian penuh, jangan terbagi antara kenalan, makan, dan nonton televisi. Setelah itu ulangi lagi dengan menyebutkan namanya, kemudian assosiasikan orang tersebut dengan hal-hal yang lucu yang mudah diingat.
NYERI BISA ANDA ALAMI DI SELURUH BAGIAN TUBUH SIFATNYA BISA TIBA-TIBA, BISA PULA MENAHUN BILA KADARNYA RINGAN, ANDA MUNGKIN HANYA PERLU NUTRISI UNTUK SARAF. NAMUN, BILA SUDAH PARAH, BISA-BISA HARUS DIBEDAH
Seorang ibu, sebutlah Tuti, mengeluh nyeri dan kesemutan pada jempol, telunjuk, dan jari tengah tangannya. Rasa nyeri dirasakan ibu berusia 35 tahun ini dalam dua bulan terakhir, setelah dua orang pembantunya mengundurkan diri.
"Sekarang susah mencari pembantu yang cocok," kata ibu satu anak itu. karena itu hampir dua bulan ini ia harus melakukan pekerjaan rumah tangga sendiri seperti menyapu, mencuci baju tanpa mesin, memasak, dan mengepel lantai.
Tuti kerap merasakan kebal (baal) seolah-olah tangannya bengkak ketika bangun tidur. Namun biasanya setelah digerak-gerakkan, keluhan ditangannya menghilang. Saat ia mulai menyapu, kesemutan dan kadang rasa terbakar terjadi pada jari-jari tangan kanannya lalu menyebar sampai telapak tangan. Bila ia istirahat, keluhan itu berkurang.
Lama-lama, ia merasakan kekuatan jari-jari tangan kanannya melemah dan tampak otot dipangkal jempol mulai menciut. Ia takut jangan-jangan tangan kanannya lumpuh. Berobatlah Tuti ke dokter.
Sang dokter menyebut, kemungkinan dia menderita sindroma terowongan kapal yang menyerang saraf di pergelangan tangan. dirujuknya Tuti ke dokter ahli saraf hingga akhirnya ia harus menjalani pemeriksaan rekaman saraf tepi yang disebut elektromiografi. Hasilnya, ada penjepitan saraf medianus di pergelangan tangan kanan yang mengakibatkan keluhan kesemutan, baal, dan nyeri tadi.
Tak cuma berdiam diri menerima nasib "buruk", itulah tujuan utama perkumpulan ini. Beragam aktivitas di adakan.
Tiap Rabu, anggota Klub Stroke Karmel (KSK) berkumpul di Karmel Stroke Centre dan Revitalisai karmel, Jakarta Barat. Pagi-pagi mereka sudah senam bersama, disusul kegiatan lain. KSK hanyalah salah satu klub stroke di Jakarta. Masih ada yang lain semisal Klub Stroke RSCM, Klub Stroke RSPP, Klub Stroke RS Fatmawati, Klub Stroke RSPAD Gatot Subroto, dan sebagainya. "Sebetulnya perkumpulan ini merupakan perpanjangan dari program latihan dasar rehabilitasi untuk penderita stroke," jelas Pimpinan Karmel Stroke Centre dan Revitalisasi karmel, Dr. Hermawan Suryadi, SpS.